Primbon

primbon, ilmu primbon, belajar primbon, primbon jawa kuno, primbon jawa asli, ahli primbon jawa, primbon jawa jodoh, primbon jawa hari, primbon jawa nama, Primbon berasal dari dua suku kata “ Prim “ dan “ Bon “ ( bahasa jawa ). Prim yang berasal dari kata “ Primpen “ mempunyai arti “ Lelaku “ atau dalam bahasa Indonesia Kelakuan dan Bon yang berasal dari kata “ Babon “ mempunyai Arti “ Wedok “ atau dalam bahasa Indonesia Wanita / Betina. Jadi bisa disimpulkan bahwa Primbon merupakan jenis cabang ilmu yang mempunyai maksud mengupas tuntas asal usul manusia berdasarkan hitungan entah itu menyangkut hitungan lahir, hitungan tanggalan, hitungan hari dan lain sebagainya. Primbon sering juga dikaitkan dengan ilmu cocok-cocokan. Contoh : Anda pernah mendengar bahwa orang yang lahir tanggal ini tidak cocok bila menikah dengan orang yang lahir pada tanggal ini, atau anda pernah mendengar tentang hari baik entah itu hari baik untuk mencari rejeki, hari baik untuk mendirikan bangunan, hari baik untuk memulai usaha, hari baik untuk menikah, hari baik untuk memulai sebuah hajatan, hari baik untuk menuntut ilmu dan hari-hari baik lainnya, atau juga anda pernah mendengar bahwa orang yang lahir pada hari / bulan tertentu sangat dipantang untuk melakukan sesuatu hal pada hari yang dianggap tidak baik untuknya. Nah, itulah yang di namakan Primbon.

Primbon sendiri sudah ada sejak jaman dahulu kala ( kerajaan kuno ) Indonesia dan istilah primbon sangat lekat sekali dengan Masyarakat Jawa. Sebenarnya setiap daerah di Indonesia mempunyai kekhasaannya tersendiri tentang ilmu yang satu ini, tapi hanya istilahnya saja yang berbeda. Kalau di Jawa kental sekali dengan sebutan Primbon, lain lagi di daerah lain.

Asal usul adanya Ilmu Primbon sebenarnya karena suatu pengamatan akan suatu kejadian yang terjadi berulang kali dan mereka menjadikan data statistik tersebut sebagai patokan ( niteni : bahasa jawa ) untuk berjaga-jaga jikalau mereka bertemu dengan kejadian yang serupa. Misalnya saja : Ada orang yang lahir pada bulan ini kemudian menikah dengan orang yang  lahir pada bulan ini. Dalam pernikahannya tidak berlangsung langgeng dan berujung pada perceraian. Kejadian seperti ini berulang-ulang dan tidak hanya satu kali, dua kali atau tiga kali, tetapi berulang-ulang. Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa orang yang lahir pada bulan ini jangan / tidak boleh menikah dengan orang yang lahir pada bulan ini. Masyarakat seakan melihat fenomena kejadian yang kalau dinalar dengan akal pikiran tidak masuk akal. Untuk itu, masyarakat mencoba berjaga-jaga saja demi kebaikan bersama. Primbon tidak hanya mengarah pada pernikahan saja melainkan juga pada jalan hidup seseorang dan tingkah laku pola hidup manusia. Bahwa orang yang lahir pada hari ini / bulan ini hari baiknya adalah ini, kalau mencari pekerjaan baikyna hari ini, kalau menikah baiknya bulan ini dan lain sebagainya. Primbon seakan menjadi panduan / buku lengkap yang mengatur hari seseorang berdasarkan hitung-hitungan dan data statistik yang sudah ada. Kalau di jaman modern sering dikenal dengan istilah Zodiak. Mengenai kebenarannya anda sendirilah yang menentukan .

Primbon sebenarnya murni berbahasa jawa karena memang lahirnya pada masa jawa kuno yang berbau nafas mistik yang begitu kental dan penyembahan akan makhluk gaib masih sangat lestari . Pada awal era masuknya islam di tanah jawa terutama pada masa wali songo, primbon sedikit diubah dengna isi yang lebih bernafaskan islami semisal mengganti bait kata yang mengandung penyembahan kepada makhluk gaib diganti dengan bait kata yang mengandung penyembahan kepada Tuhan ( Allah SWT ). Maka tidak heran jika kita menemukan primbon yang bahasanya bercampur antara bahasa jawa dan sisipan bahasa arab dan juga sisipan ayat al qur’an. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mudah menerima dan seakan tidak dihilangkan tradisi menggunakan primbon sebagai patokan ketika melakukan sesuatu yang begitu penting. Inilah yang dinamakan syiar secara halus.

Anda boleh percaya boleh juga tidak. Kepercayaan murni datang dari diri anda dan sebagai manusia ciptaan tuhan selayaknyalah anda lebih percaya kepada tuhan.